GARUT, MATANEWS.MY.ID – Puluhan santri dan sejumlah tenaga pengajar di Pondok Pesantren Al Mansyur, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, dilarikan ke puskesmas terdekat. Mereka mengalami gejala keracunan massal setelah menyantap hidangan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (22/07/2026).
Insiden ini sontak menghebohkan warga sekitar. Hingga Rabu malam, jumlah korban dilaporkan terus bertambah seiring berdatangannya santri yang mengeluhkan pusing, mual, hingga muntah.
Penanganan Cepat di Puskesmas Cibatu
Seluruh korban langsung dipusatkan penanganannya di Puskesmas Cibatu. Tim medis bekerja ekstra keras sejak siang hingga malam hari untuk merawat para pasien yang datang bergelombang.
Camat Cibatu, Budi Darmawan, membenarkan bahwa pihaknya bersama aparat desa langsung turun tangan meninjau lokasi dan memantau proses evakuasi korban. Menurutnya, pendataan masih terus dilakukan karena jumlah korban yang berdatangan belum berhenti.
“Jumlah korban masih terus bertambah sehingga belum bisa dipastikan secara keseluruhan. Hingga saat ini masih ada santri yang datang ke Puskesmas Cibatu untuk diperiksa dan dirawat,” ujar Budi Darmawan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Mekarsari, Ahmad Sadli, mengungkapkan bahwa para korban merupakan santri dan guru yang sebelumnya mengonsumsi makanan dari program MBG yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al-Halim, Desa Sindangsuka.
“Benar, ada sejumlah siswa dan guru yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan. Saat ini seluruh korban telah mendapatkan penanganan dari tim medis di Puskesmas Cibatu,” kata Ahmad Sadli.
Dalam Penyelidikan Pihak Berwenang
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti keracunan massal tersebut masih dalam penyelidikan mendalam. Aparat gabungan bersama instansi kesehatan tengah menelusuri rantai distribusi, proses penyajian, hingga mengambil sampel sisa makanan untuk diuji di laboratorium.
Hasil investigasi ini nantinya akan menjadi dasar evaluasi penting terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam hal standar pengawasan kualitas dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.
Di sisi lain, kondisi kesehatan para korban terus dipantau secara intensif oleh tenaga medis. Sebagian besar korban dilaporkan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta menunggu hasil resmi dari investigasi yang sedang berjalan.
Penulis: TIM

