Dede Farhan Aulawi Dorong Pembangunan Wilayah Futuristik dan Berbasis AI di Indonesia

JAKARTA, MATANEWS.MY.ID – Perencanaan pembangunan wilayah di Indonesia dinilai tidak boleh lagi hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek. Pembangunan masa depan harus dirancang secara adaptif, cerdas, dan berkelanjutan guna mengantisipasi dinamika perubahan iklim, demografi, serta lompatan teknologi.

Pemerhati publik dan pengamat tata kota, Dede Farhan Aulawi, menegaskan bahwa paradigma pembangunan wilayah yang futuristik wajib menyeimbangkan tiga pilar utama: pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial.

“Pembangunan futuristik bukan sekadar mendirikan gedung atau kota berketinggian tinggi dengan teknologi canggih. Intinya adalah menciptakan ruang hidup yang manusiawi, produktif, aman, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Dede Farhan Aulawi di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Poin Kunci Pembangunan Wilayah Berkelanjutan Menurut Dede Farhan Aulawi:

  • Infrastruktur Hijau Terintegrasi: Merancang kawasan berbasis energi terbarukan, transportasi publik efisien, serta sistem pengelolaan air dan sampah yang tangguh bencana.

  • Pemanfaatan Teknologi Presisi: Mengoptimalkan Artificial Intelligence (AI), big data, Internet of Things (IoT), dan teknologi geospasial untuk memprediksi kebutuhan publik dan mengendalikan kemacetan.

  • Pemerataan Kualitas Hidup: Memastikan integrasi teknologi dapat memangkas kesenjangan antarwilayah serta menjamin keberlanjutan sumber daya bagi generasi mendatang.

  • Tata Ruang Adaptif: Mengembangkan tata kelola lingkungan yang siap menghadapi risiko krisis iklim dan gejolak ekonomi global.

Dede menambahkan, indikator keberhasilan suatu pembangunan tidak boleh hanya diukur dari megahnya fisik infrastruktur yang terbangun, melainkan dari sejauh mana kualitas hidup masyarakat dapat meningkat secara nyata.

“Teknologi harus menjadi instrumen untuk mempermudah pelayanan publik dan menjaga keseimbangan alam. Dengan perencanaan yang terukur dan berbasis data presisi, kita dapat mewujudkan wilayah yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga lestari,” pungkas Dede.

(Red/Mata-News)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *